SAJAK PANJANG

Dini hari, malam sangat syahdu. Hanya sedikit bintang yang menghiasi malam. Mereka bercengkram seolah sedang berbagi cerita. Cerita apa saja. Tentang berita langit dan juga bercerita tentang kisah-kisah yang telah dilakukan anak manusia.
Dini hari, berjuta doa melambung menembus langit. Langit menjadi saksi tulusnya doa-doa yang dipanjatkan manusia.
Dini hari, malam pun menyaksikan kerinduan dua hati yang belum sempat tersampaikan. Tentang hati yang berharap untuk bisa dipersatukan. Ada air mata yang menitik tatkala mendengar tulusnya doa yang mereka panjatkan.

Ya Rabb...
telah kutipu diri ini
tapi tak bisa
bayangnya masih saja melekat
saat orang lain menghampiriku
mengapa perasaan ini tak bisa sama
 apa yang ada dihati ini enggan jua pergi

Duhai Sang Pemilik hati...
Aku tak mengerti
Mengapa hati ini masih berharap

Asa pintaku kepadaMu, Ya Rabb..
Bayangnya yang tak kunjung hilang dalam hati
Semakin kuat
Semakin dalam menancap

Ya Rabb,,
Jika semua ini adalah anganku semata
Terbangkanlah rasa ini melambung tinggi
bersama sajak panjang yang kulantunkan untuk-Mu

Jika ini adalah skenario-Mu
Temukanlah kami di tempat terindah
yang semuanya akan bermuara kepada-Mu


Langit pun mencatat. Di belahan bumi yang lain, tak jauh dari tempat doa pertama berasal, mengalun pula sebuah doa yang menyentuh hati.

Terjatuh juga air mataku
Menahan semuanya dengan haru

Dalam berkecamuknya perasaan ini
Aku mencoba memeluk-Mu
Meminta kekuatan dari rasa yang tak bisa ku redam
dan aku selalu mengharap keagungan-Mu
untuk mendinginkan hati dan pikiran yang sedang bergejolak

Dalam sejenak, aku terhanyut dalam kehampaan
lagi-lagi terhanyut oleh rindu dan segala perasaan ini

Aku mencintainya
Rasa yang menghujam, merajam dan mengacaukan aliran darahku
Rindu yang membahagiakan
namun tak membuatku tegar

Tapi biarlah
Biarlah rindu ini menjadi indah
Menjadi dahagaku yang menyenangkan

Wahai Sang baik-baik Penjaga,
Jagalah selalu dia untukku


Isak pun menutup sajak panjang itu. Ada ketulusan yang terlihat jelas di dalamnya. Kepasrahan kepada Sang Pencipta untuk memberikan hasil yang terbaik. Dua hati yang saling merindu itu takkan pernah tau apa yang akan terjadi dengan sajak panjang mereka. Yang mereka tau, mereka yakin dengan perasaan itu dan yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik atas apa yang telah digariskan untuk mereka. Semuanya sudah tertuang dalam Lauhul Mahfuz-Nya.


“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu…
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…”
— Sapardi Djoko Damono

Komentar

Postingan Populer